Asteroid

Asteroids (from Greek ἀστήρ "star" and εἶδος "like, in form") are a class of small Solar System bodies in orbit around the Sun. They have also been called planetoids, especially the larger ones.

Nebula

A nebula (from Latin: "cloud";nebulae or nebulæ, with ligature or nebulas) is an interstellar cloud of dust, hydrogen, helium and other ionized gases.

Andromeda Galaxy

The Andromeda Galaxy is a spiral galaxy approximately 2.6 million light-years (2.5×1019 km) from Earth in the Andromeda constellation. It is also known as Messier 31, M31, or NGC 224, and is often referred to as the Great Andromeda Nebula in older texts.

Jupiter

Jupiter is the fifth planet from the Sun and the largest planet within the Solar System.[13] It is a gas giant with mass one-thousandth that of the Sun but is two and a half times the mass of all the other planets in our Solar System combined.

Saturnus

Saturn is the sixth planet from the Sun and the second largest planet in the Solar System, after Jupiter. Named after the Roman god Saturn, its astronomical symbol (♄) represents the god's sickle.

Tampilkan postingan dengan label Big Bang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Big Bang. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Maret 2012

Bukti untuk Teori Big Bang - Part II

Jika jumlah bintang tidak berhingga, maka gaya tarik gravitasi antar galaksi akan menyebabkan alam semesta runth kecuali kalu alam semesta memuai, sebagaimana disimpulkan oleh Olbers (dimana gravitasi akan berkurang dan akhirnya menghentikan laju pemuaian), jika tidak, materi harus diciptakan secara terus menerus untuk mencegah keruntuhannya. Teori terakhir ini, yang dikenal sebagai Teori Keadaan Tunak dari alam semesta telah didukung oleh banyak ilmuwan terkemuka hingga akhir-akhir ini, di samping Hukum Hubble. Pada tahun 1928, astronom terkenal Sir James Jeans berbicara tentang "Titik titik di pusat nebula dimana materi terus dituang ke alam semesat kita dari suatu dimensi lain", dan pandangan ini masih tetap dipertahankan oleh banyak ilmuwan besar hingga dekade 1960-an. Teori keadaan tunak dikembangkan dari gagasan Jeans oleh Hermann Bondi, Thomas Gold, dan Fred Hoyle pada tahun 1948. Teori ini menganggap bahwa alam semesta pada skala yang cukup besar adalah sama pada semua tempat dan pada setiap waktu. Dengan menganggap konstanta Hubble tidak berubah, teori ini mensyaratkan penciptaan materi secara terus menerus untuk mengimbangi penyebaran materi akibat pemuaian. Titik penciptaan yang disebut sebagai lubang putih telah dibayangkan sebagai lawan lubang hitam.

Alasan atas dukungan mereka terhadap teori keadaan tunak terletak pada ketidaksesuaian antara usia bintang dalam gugus bintang globular dan usia alam semesta yang diperkirakan dari konstanta Hubble. Pada saat teori keadaan tunak dikemukakan, konstanta Hubble diperkirakan sedemikian rupa sehingga dapat menghasilkan suatu usia yang sedikit lebih besar dari 4 milyar tahun untuk alam semesta, dengan menganggap teori Big Bang itu benar. Pengukuran yang lebih baik mengurangi nilai konstanta Hubble, menghasilkan usia alam semesta menjadi 7 milyar tahun, lebih muda dari usia bintang-bintang yang lebih tua, yang diperhitungkan berusia 12-15 milyar tahun. Jelaslah bahwa mereka yang menyanggah, dengan memihak pada Teori Keadaan Tunak, tidak terkesan oleh alam semesta yang lebih muda daripada bintang-bintangnya sendiri! Akan tetapi, kesulitan mereka dalam meyakinkan pemihak teori Big Bang bertambah besar ketika hasil dan kesimpulan dari penelitian yang ekstensif atas sumber radio diterbitkan pada tahun 1955 oleh Martin Ryle di Cambridge. Dengan menggunakan teleskop radio resolusi tinggi, Ryle membuktikan bahwa konsentrasi sumber radio meningkat pada jarak-jarak yang jauh. Penemuan ini melemahkan prinsip dasar keseragaman pada teori keadaan tunak : gagasan bahwa alam semesta pada skala besar haruslah sama di mana saja. Penelitian lebih lanjut atas sumber radio pada jarak-jarak yang jauh tampaknya memperlihatkan suatu kelebihan dari galaksi radio pada suatu waktu jauh di masa lampau.

Perselisihan antara kedua teori ini diselesaikan secara tegas, dengan keberpihakan pada Teori Big Bang, oleh dua penemuan utama pada dasawarsa berikutnya. Teori Big Bang sekarang didukung oleh bukti yang sangat kuat berdasarkan kedua penemuan ini.

Selasa, 13 Maret 2012

Bukti Untuk Teori Big Bang - Part I


Bintang dan galaksi mengandung hidrogen kira-kira 3 kali lebih banyak daripada helium. Pengamatan ini dapat dijelaskan sebagai akibat pendinginan alam semesta setelah Big Bang. Di atas temperatur 10.000 juta derajat, neutron dan proton terlepas terbebas dari inti. Begitu alam semesta mendingin, neutron dan proton bergabung membentuk inti helium pada 10.000 juta derajat, menyisakan kelebihan proton sebagai inti hidrogen. Karena terdapat 14 proton untuk setiap 2 neutron sebelum inti atom dibentuk, maka setiap inti helium menangkap 2 proton dan 2 neutron, menyisakan kelebihan 12 proton sebagai inti hidrogen, bersesuaian dengan rasio massa hidrogen terhadap helium sebesar tiga berbanding satu.

Mengapa terdapat proton dengan jumlah 7 kali jumlah neutron ketika alam semesta muda berada pada temperatur 10.000 juta derajat? Jawaban untuk pertanyaan ini terletak pada kenyataan bahwa neutron sedikit lebih berat daripada proton dan dengan demikian energi yang berkaitan dengan massa diamnya sedikit lebih besar dari massa diam proton. Proton dan neutron tersusun atas partikel yang lebih kecil disebut kuark. Pada saat memuai setelah Big Bang, alam semesta mendingin dan kuark serta anti-kuark terbentuk dari radiasi energi tinggi. Lebih banyak kuark serta anti-kuark yang terbentuk dan antikuark dimusnahkan oleh kuark. Pada saat alam semesta lebih mendingin lagi, kuark yang tersisa membentuk proton dan neutron. Lebih banyak energi dibutuhkan untuk membentuk neutron daripada untuk membentuk proton sehingga pembentukan proton akan lebih mungkin daripada pembentukan neutron. Perbedaan energi ini kira-kira sama dengan energi kinetik proton atau neutron pada temperatur kira-kira 10.000 juta derajat, dan cukup untuk melaporkan secara statistik kenyataan bahwa terdapat kira-kira satu neutron untuk setiap 7 proton.

*kuark : partikel dasar yang menyusun proton dan neutron.

Sumber :
Einstein : Seri Siapa Dia ?. Jim Breithaupt